_Detik boleh berlalu, dalam rasa yang mengatakan; tiada lagi yang bisa membuatku yakin selainnya_
Perjalanan yang mudah, walau tak semudah dibayangkan. Berawal dari rasa gundahku yang semakin hari seperti hilang jati diri. Aku memutuskan mencari dan bergabung pada tempat tempat yang lama aku rindu kehangatan kebersamaan yang didalamnya hanya Allah saja yang disebut sebagai satu satunya tempat berharap.
Aku mulai mengenal dan terbawa semangat dakwah. Begitu syahdu dan penuh tantangan. Satu dua tiga empat lima enam bulan berlalu, masih dalam semangat yang sama. Bulan berjalan menuju tujuh delapan sembilan banyak teman teman yang mulai mengambil langkah lain, jalan kebenaran kadang memang sunyi, banyak duri, sulit dimengerti. Bagaimana dengan Aku? Alhamdulillah masih bisa bertahan, sampai aku bertemu dengan teman yang lama lama akhirnya menjadi akrab dan memutuskan untuk bersahabat. Banyak hal baru yang aku dapat dan aku temukan, banyak kisah yang aku temui sehingga hati menjadi kasih. Banyak pula rasa lelah, namun hati enggan berbelok. Kata hatiku "aku nyaman berada disini".
Ada satu yang mengganjal hatiku. Tentang laki laki yang saat itu banyak sekali yang membicarakannya. Padahal saat itu aku belum mengenalnya, tapi namanya riuh terutama diantara para akhwat. Jalan 3 bulan aku disana, aku mendapat pesan whatshapp dari senior yang meminta aku untuk membantunya bersama teman seangkatanku untuk menjadi notulensi di titik target dakwah baru. Ia memperkenalkan diri dan mengatakan kalau ia mengetahui nomerku dari salah satu teman akhwat angkatanku. Aku pun menyadari setelah laki laki itu memperkenalkan diri, kalau ternyata ia yang sering ku dengar namanya di antara para akhwat.
Singkat cerita, aku datang dalam agenda tersebut dan menjadi salah satu bagian yang membantu jalannya dakwah di titik tersebut sampai hari ini.
-Ada hal berbeda tiap aku bertemunya-
Jarang sekali kita tidak pernah tegur sapa atau bahkan tidak pernah sama sekali mengobrol saat berpapasan. Padahal aku dengannya saling mengenal. Hanya saja ketika bersama dengan teman teman lainnya, baru obrolan itu muncul.
Setahun berlalu, aku anggap mungkin hanya rasa sesaat. Lalu ku dengar ia dekat dengan seseorang akhwat, yang aku pun juga mengenal akhwat tersebut. Saat itu, hatiku bilang "mungkin memang bukan ia orang yang tepat untuk ku".
Dua tiga tahun berjalan, kabar ia dengan akhwat itu mulai senyap. Lalu aku masih dengan ia berhubungan dalam agenda dakwah, yang semakin hari semakin ada saja amanah yang sama. Semakin dekat pertemanan kami, semakin banyak hal akhirnya membuat aku banyak mengenalnya.
-Perhatian kecilnya, membuat bingung-
Sepatuku yang entah kemana aku mencarinya, lalu ia yang menemukannya dibalik trashbag. Motorku yang posisinya didepan dan terhalang motor dibelakang, ia geser agar memudahkanku mengeluarkannya. Jalan santainya ia, saat aku sedikit tertinggal rombongan karena aku mampir sejenak membeli minum. Ucapan hati hatinya saat aku hampir tersandung. Remindernya saat aku hampir terjedot tiang. dan masih banyak lagi hal hal yang membuat aku bertanya. Apa iya???
Aku sedikit mengabaikan semuanya, karena memang tidak ada apa apa antara kami. Ia begitu cuek saat berpapasan dan berbicara seadanya saat diskusi, berbeda tanggapannya jika dengan teman akhwat lainnya. Kadang membuat aku sedikit kesal dengannya. Tapi sata itu aku menganggap. Yasudah mungkin memang seperti itu ia.
Tiga setengah tahun berlalu, aku begitu lelah dengan perasaanku. Sampai aku berusaha memutuskan untuk membuka hatiku untuk tidak terpaku pada perasaan yang aku tak tahu apakah berbalas atau tidak. Tak lama aku bertemu dengan laki laki yang pernah berada dimasa laluku, tapi dulu tidak saling mengenal. Semakin lama aku bisa melupakannya, dan ada harapan aku mungkin bisa berproses ta'aruf dengannya. Tak lama aku dapat info dari teman laki laki ku kalau ia belum siap karena alasan studi.
-Sudah menjadi jalanku-
Sepulang dari baitullah dibulan september. Tiba tiba ada follow instagram seorang akhwat yang usianya jauh lebih muda dariku. Tidak terlalu ku gubris, tapi ia terus like setiap story ig yang ku buat. Sebulan berlalu ku balas dengan follback. Lalu ia memperkenalkan diri. Aku sudah tahu ia siapa. Walau ia tidak jujur awalnya. Aku tetap tak menanyakan lebih. Sebulan kemudian berlalu, ku kembali chat dm dengannya. Lalu akhwat tersebut mengakui semuanya kalau ia adalah adiknya dari laki laki yang selama ini sudah menggangu hatiku.
To be continuee...
Aku sudah ngantuk 🙏🏻