Selasa, 28 April 2020

Inner Beauty


Dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rahman, ayat 70. Allah subhanahu wa ta'ala bilang,
فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ 
(Fīhinna khairātun ḥisānun)

Artinya: Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

Tafsir Quran Surat Ar-Rahman Ayat 70
Ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik budi pekertinya dan cantik rupanya.

Kata khairātun artinya (Inner beauty). Kata ḥisānun (Outer beauty).

Kalau kita perhatikan ayat ini. Sungguh luar biasanya, Allah Subhanahu Wa ta’ala dalam menyampaikan ayat-ayat Nya. Susunan ayat-ayat Nya selalu menyimpan makna dalam setiap kata. Allah mendahulukan kata “cantik akhlaknya” dibandingkan “cantik wajahnya”.

Kenapa ya?
Kok Allah tidak mendahulukan kata cantik dibandingkan baik?

Ah, bukankah sama saja?
Tentu beda guys. Pasti ada maksud dibalik susunan kata itu.

Ayat ini ada kaitannya dengan perkataan Rasulullah shallahu alaihi wasallam,
“Sesungguhnya seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya; maka nikahilah wanita yang baik agamanya (akhlaknya) niscaya kamu akan beruntung.” (H.R Al-Bukhori)

Firman Allah Subhanahu Wa ta’ala dan perkataan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sama-sama memberitahukan kepada kita (perempuan). Bahwa yang baik agama dan akhlaknya itu adalah hal yang paling penting untuk didahulukan dibandingkan yang lain. Dan wanita yang memiliki akhlak yang baik, sama kedudukannya dengan bidadari surga, bahkan malah bisa lebih tinggi derajatnya dibandingkan bidadari surga. Ah masa? iya bener kok 😊

Coba kita simak, percakapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Ummu salamah.
Potongan hadistnya gini,
Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli? Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? Beliau menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. "Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.
 (H.R. Ath Thabrani).

MasyaAllah…  Sweet banget yaa😊
Kita (perempuan) bisa sama tinggi derajatnya bahkan lebih utama dibandingkan dengan bidadari surga, apabila kita (perempuan) memiliki akhlak yang baik.

Oiya guys… Tapi, bukan berarti kita sebagai perempuan mengabaikan kecantikan diri yang telah Allah titipkan. Apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita patut untuk disyukuri.

Bersyukur tidak sekedar “Berterimakasih”. Bersykur adalah dengan kita menjaga dan merawat apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. Keduanya juga harus sejalan. Karena apa?

“Allahul jamil, yuhibbul jamil”
Karena Allah itu indah, Suka keindahan 😊

Tetap sesuai syariat yaa, secukupnya, semampunya, dan tidak berlebihan. Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.

innahụ lā yuḥibbul-musrifīn
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
(Qs. Al-A'raf : 31)
.
Dari Shahababiyah nabi yaitu wanita-wanita hebat dan agung pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kita belajar. Bagaimana seharusnya perempuan berkata dan juga bersikap.
Dari malunya Fatimah binti Muhammad, dari  lembutnya Zaenab binti Jahsy, dari sabarnya Asiyah binti Muzahim, dari cerianya Aisyah binti Abu Bakar, dari keibuannya Khadijah binti Khuwailid, dari tangguhnya Nusaibah binti Ka'ab, dari pemberaninya Ummu Hani binti Abu Thalib, dan masih banyak lagi. Mereka adalah panutan kita (perempuan). Mereka tidak hanya berakhlak dan beragama yang baik, tapi juga memiliki kecerdasan yang luar biasa.
.
Begitu indahnya Islam. Perempuan dijadikan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Allah mempercayakan pendidikan anak adalah dari perempuan. Maka kita sebagai (perempuan), bersyukur atas karunia Allah Subhanahu Wa ta’ala. Semoga Allah mudahkan langkah kita memperbaiki diri. Dan terus memperbaiki diri, walau kita tidak akan bisa mencapai sempurna. Tapi kita harus terus termotivasi untuk menuju sempurna. Agar kita tidak lengah dalam memperbaiki diri. Semoga kita sama-sama bisa mencapai surga firdaus Nya.
Aamiin Yaa Robbal Alamin.. :)

Doakan saya juga yaa, yang masih banyak kurangnya dan futurnya :'(

Minggu, 26 April 2020

Harapan Itu Masih Ada


Pernah suatu ketika. Aku merasa jalan yang ku tempuh terasa berat sekali. Terasa ada yang salah, lalu aku menyalahkan diri. Mulai mengutuk diri.

Merasa bahwa aku memang tak mampu. Dan tak akan mampu, sampai kapanpun.

Aku mulai menarik diri dari keramaian, mencari ruang yang sunyi. Mencari celah di antara cahaya, berharap harapan itu masih ada.

Namun semakin lama, cahaya itu makin tenggelam bersama dengan harapan. Semakin redup, menambah kepercayaan diri. Bahwa Tuhan, sepertinya memang tak pernah mentakdirkan jalan ini untukku.

Aku menangis. Berusaha bangkit, hanya karena ingin mereka tersenyum. Hanya karena ingin mereka bangga padaku. Hanya karena, aku ingin mereka bahagia, dengan pembuktian baktiku, di sisa usia mereka yang masih ada.

Aku tetap bertahan, tapi itu ternyata sangat menyakitkan. Jiwaku sudah lunglai, dimakan kemampuan. Lelah yang ku ciptakan, tidak menghadirkan hasil. Malah menjadi-jadi, membuat aku semakin terpuruk.

Begitu diriku menyemangati.

Terus dan terus...
Sampai pada titik jenuh, aku ternyata menyerah. Aku, gagal.

Kegagalan itu menggoreskan luka. Rasa syukurku menghilang. Aku bodoh, iya memang. Tak sepantasnya aku mengkufuri nikmat Nya. Pantas saja, Tuhan membuatku gagal melewati ujianNya.

Dalam tertatih, sembari berusaha bangkit. Aku mencari ruang ketenangan. Dengan merendah dihadapan Nya. Ku ungkapkan keluh kesahku.

Ku gapai cahaya cinta dari Nya. Semakin sadar, berkat kasih Nya. Ku temukan makna kehidupan. Ku teringat akan janji Tuhan dalam firman Nya.

"Bahwa setelah kesulitan, akan ada kemudahan."

Kegagalan yang menyapa. Kini, bukan lagi hal yang ku sesali. Aku mulai menyadari, bahwa ini memang skenario terbaik dari Tuhan. Tuhan ingin memberi pengajaran padaku.

Pengajaran yang terselip pelajaran berharga. Agar raga ini, kelak tak mudah payah. Agar raga ini, kelak akan tangguh. Agar raga ini, kelak harus selalu bersyukur memaknai setiap nikmat Nya. Agar raga ini, kelak menghargai setiap jerih keringat yang dilakukan atas kesungguhan. Agar raga ini, kelak berani melangkah berbuat. Agar raga ini, kelak tak mudah lunglai, walau suatu saat nanti badai kegagalan, bisa jadi menyapa kembali.

Tak ada yang patut untuk disesalkan.
Skenario Tuhan, selalu yang terbaik.
Perjuanganmu dalam bebenah, belum seberapa. Jadi jangan cengeng. Kamu akan temukan hikmah, dibalik apa yang membuatmu kecewa.

Masih ingatkah tentang perjuangan Nabi Nuh 'alaih salam?
Perjuangannya sungguh menyakitkan, berdarah-darah. Namun, hasil yang didapat tak seberapa. Beratus-ratus tahun menyampaikan amanah dari Tuhan. Namun sedikit sekali kaumnya yang turut menjemput hidayah.

Prosesmu, belum sungguh-sungguh.
Prosesmu, masih payah.
Maka jangan sedikit-sedikit merasa lelah. Prosesmu belum ada apa-apa nyah. :)
.
.
@evatriyuana

Kamis, 23 April 2020

Saat Ketakutan Melanda, AL-Quran dan Hadist Justru Menenangkan

Dunia kini seolah sudah tak lagi mementingkan ego nya. Berapapun akan dikeluarkan, demi terhindarnya dari pandemi.

Dunia mendadak hingar dan bingar, berebut kebutuhan. Takut dan khawatir, makhluk tak kasat mata itu datang dengan cepat mengambil nikmat.

Saat-saat ketakutan melanda.
Al-quran dan hadist justru menenangkan.

"Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al-baqoroh:155)

Beruntungnya muslim, beruntungnya mu'min. Di tenangkan dengan ayat-Nya yang tak pernah ingkar, bahwa setiap ujian datangnya dari Allah, dan hanya Allah yang dapat mengehentikannya. Tak luput, Allah tetap mengingatkan agar tetap sabar dalam menghadapi ujian dari-Nya.

Atas pandemi corona,
Rasulullah sudah mengingatkan
"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Atas pandemi corona,
Berikhtiar menghindar adalah upaya mencapai puncak tawakal.

Tidak menyepelekan namun juga tidak panik berlebihan.

Atas pandemi corona,
Apa yang saat-saat ini harus dilakukan?

Perbanyak mengingat-Nya, dengarkan pemerintah dan arahan para ulama. Bantu para petugas kesehatan kita dengan #tetapdirumah. Semoga dunia lekas pulih.

Janji Allah, bagi muslim yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.
. ‏ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)." (HR Bukhari)

MasyaAllah, Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

#celoteh #cerita #dakwah #pandemicorona #tawakal #ikhtiar #tetapdirumah #dirumahaja

Karya Sastra

Karya sastra merupakan tulisan yang diabadikan oleh sang penulis untuk menciptakan suatu seni dalam kehidupan. Seni dalam mengabadikan rasa ataupun ilmu pengetahuan. Dengan beragam imajinasi dan kekreatifan naluriah, yang dimiliki pada setiap manusia.

Tuhan menciptakan potensi pada diri manusia dengan tiga kebaikan. Yaitu melalui ucapan, perbuatan dan tulisan. Namun, banyak orang yang memilih memaksimalkan potensi kebaikan itu hanya dengan ucapan dan perbuatan saja. Menuliskan menjadi salah satu hal yang terkadang menakutkan. Karena dalam setiap tulisan, potensi kebaikannya langsung bisa diraskan banyak orang yang membacanya. Maka tak sedikit pula yang mundur, merasa diri belum pantas dan takut tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah ditulisnya.

Tapi jika ketakutan menjadi salah satu langkah yang membuat seseorang mundur dalam berkarya. Bukan menjadi alasan yang terus menerus dibiarkan. Dengan berkarya, akan banyak kebaikan yang didapatkan. Baik itu untuk penulisnya dan juga para penikmatnya. Berkarya adalah ruang berimajinasi yang realistis. Berkarya adalah ruang penyampaian rasa yang tak bisa terungkap dalam perkataan dan juga perbuatan.

Maka persiapkan karya sastramu untuk dipersembahkan kepada Sang Pencipta. Karya sastra yang menggerakkan !

Wanita Surga

Kain panjang menguntai sebagai bentuk ketaatan. Berhias secukupnya tanpa perlu berlebihan. Parasnya biasa, namun bisa meneduhkan. Mempercantik hati selalu sebagai pilihan. Begitu tegar setiap menghadapi ujian. Sabarnya dijadikan kunci menuju kemuliaan.

Ia tak perlu memakai pakaian berbalut sutera, agar terlihat anggun. Anggunnya sudah terpancar lewat ketakwaan. Lisannya selalu basah dengan setiap lantunan ayat suci. Matanya yang indah, hanya untuk melihat yang haqiqi. Pesonanya bagai bunga mawar berduri di tepi jurang. Yang memetiknya, tidaklah sembarang orang. Ia tak pernah lelah dalam belajar ilmu agama. Mempersiapkan diri menjadi madrasah pertama.

Nalurinya begitu lembut,
halus tutur katanya,
indah akhlaknya,
sopan perangainya.

Dunia bukanlah menjadi tujuannya.
Melainkan hanya syurga firdaus yang didambakannya.

Duhai muslimah,
Mulianya dirimu.
Buat bidadari surga cemburu padamu.

Rabu, 22 April 2020

Rahmat Allah Itu Luas

Mungkin kita sering menemukan orang-orang yang kelihatannya biasa saja. Mulai dari segi penampilan ataupun ilmu. Kemudian tanpa disadari, akhirnya kita merendahkan orang itu. Hingga terbesit di hati, merasa bahwa kita jauh lebih baik dibanding orang itu.

Terkadang, kita terlalu sibuk menilai seseorang dari dzahir-nya (terlihat) saja. Lupa, bahwa rahmat dan kasih sayang Allah itu begitu luas. Bisa jadi, yang terlihat biasa namun begitu luar biasa di mata Allah. Bisa jadi hatinya begitu bersih. Hingga rahmat dan cintanya Allah turun untuknya.

Teringat kisah Uwais Al-Qorniy. Sosok pemuda yang biasa, namun baktinya kepada orangtuanya membuat Allah cinta padanya. Hingga Allah memberitahu pada para malaikat bahwa Allah mencintainya. Akhirnya seluruh penduduk langit pun, menyebut-nyebut namanya dan turut mencintainya.

Uwais Al-Qorniy, sosoknya yang biasa dan tak dikenal oleh banyak penduduk bumi. Namun, begitu terkenal di penduduk langit. Betapa bahagiannya, bila kita berada diposisi Uwais yang dicintai penduduk langit. Sehingga rahmat dan kasih sayang Allah pun senantiasa turun kepada kita.

Kisah ini menjadi renungan. Bahwa, diri ini masih begitu banyak kurangnya. Begitu banyak menyepelekan orang lain, padahal belajar ilmu agama baru setahun dua tahun. Merasa sudah paling baik dengan keadaan saat ini. Merasa Allah akan mencintai diri ini. Aahh..! sungguh masih banyak futurnya, masih munafik, masih belum ada apa-apanya.

Jangan pernah merendahkan seseorang hanya karena pakaiannya yang biasa, ilmunya yang tak seberapa, hartanya yang tak banyak. Karena Allah mencintai dan meridhoi seorang hamba, karena amalan hati yang bersih dan tulus. Yang akan menghasilkan sikap akhlakul karimah.

Bukankah, surga itu didapati atas rahmat dan kasih sayang Nya? Amalan ibadah bukan hal prioritas dan satu-satunya yang dinilai di hadapan Allah.

Ketulusan dan keikhlasan hati yang semata-mata hanya mencari ridho Allah. Maka itu surga bagi Nya.

Ahh...  diri ini masih begitu jauh dari kata taat dan istiqomah. Futur kerap kali melanda. Sungguh diri ini masih munafik! Ah dasar diri ini!

Senin, 20 April 2020

Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis atau krisis identitas.
Di mana pada usia dewasa, seseorang  mempertanyakan tentang dirinya sendiri. Masih bertanya-tanya tentang kemampuan dirinya, dan hal apa yang sudah dilakukan dan didapatkan selama perjalanan hidupnya.

Kalau diulik secara pandangan islam. Masa ini bertentangan dengan konsep islam. Di mana seharusnya QLC sudah selesai pada masa akhil baligh yang berarti sudah dewasa. Islam tak pernah mengenal yang namanya masa remaja. Hanya ada masa anak-anak dan dewasa.

Nah berbahaya sekali bukan, bila masa dewasa kita masih belum memiliki tujuan hidup. Karena, 'Role Model' kita itu adalah Nabi Muhammad Saw. Yang sejak kecil, sudah memiliki tujuan hidup. Beliau sudah belajar tentang tanggung jawab dan cara bagaimana menjaga amanah. Di usianya 7th, beliau sudah selesai dengan dirinya. Beliau sangat dipercaya oleh banyak penduduk Mekkah dan dikenal dengan akhlak terpujinya. Walau begitu pada akhirnya, beliau dibenci karena kenabiannya dan atas kesombongan mereka, yang mengingakari ajaran islam.

Survey mengatakan, 6 dari 10 milenials. Mengalami masa QLC.

Ternyata, kita tidak tidak sendiri yaa.
Tapi bukan berarti merasa banyak temannya, kita malah menikmati dan pasrah begitu saja akan nasib. Kita harus berjuang!  Masih ada kesempatan, selama nafas belum berhenti.

Kalau ditanya tentang standar kesuksesan. Para nabi dan sahabat nabi, standar kesuksesannya bukan seperti pemikiran kebanyakan orang saat ini. Sukses punya rumah mewah, mobil mewah dan harta yang berlimpah,  bukan itu!

Dari sejak kecil, mimpi mereka sudah gila.
Memang begitu seharusnya. Karena tidak ada suatu kesuksesan yang gemilang, tanpa diawali dengan mimpi. Mereka sibuk menempa diri. Meningkatkan takwa mereka, dengan berilmu dibarengi dengan akhlak yang mulia. Rujukannya sama seperti kita, yaitu Al-qur'an dan Sunnah. Poin pentingnya, mereka punya tujuan hidup! Mereka sukses dengan cara mereka.

Masa kecil masa penempaan.
Masa di mana kita mengukir mimpi di atas batu. Mudah bukan?
Sulit, bila dewasa baru mengukir mimpi, bagaikan mengukir di atas air.
Begitu kata pepatah.

Mayoritas kita, banyak yang tidak seberuntung teman-teman di luar sana. Yang mungkin sejak kecil hidup dalam lingkungan agama yang mumpuni. Banyak di antara kita yang hijrah sudah dewasa, dan baru mengenal seberapa besar kewajiban memakai jilbab, sholat, dan juga kewajiban-kewajiban lainnya. Tentu ga mudah bagi kita yang hijrah, untuk melewati setiap fasenya. Dan merasa sudah terlambat.

"Coba aja, dari kecil udah belajar ini. Pasti nanti kalau udah besar mudah! "
kira-kira banyak yaa, yang punya pemikiran seperti ini.

Tapi...
Saat ini bukan lagi kita menyalahkan diri, nasib, apalagi orangtua. Tetap bersyukurlah, bagaimanapun juga keadaanya. Walau masa kecil kita, tak seperti yang kita harapkan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan pertama kali, untuk keluar dari masa-masa QLC?

Back to Qur'an...

Iya, karena Al-Qur'an, cahaya di atas cahaya (Qs. Nur:35)
Banyak petunjuk di sana. Dan kesuksesan para sahabat nabi pun, tak pernah terlepas dari rujukan Al-qur'an dan Sunnah.

Kemudian selalu yakinlah. Bahwa setiap jiwa selalu memiliki keunikan masing-masing. Allah titipkan potensi kepada setiap manusia. Dan potensi itu bisa kita cari dan kita kembangkan. Berproses tanpa jemu, mulailah untuk membuat tujuan hidup.

Tak lain, tujuan hidup kita, sebagai muslim tentu ialah meraih surga Nya. Tapi untuk menuju kesana, kita akan ditanya, untuk apakah waktu, potensi, dan harta yang Allah berikan kepada kita selama kita hidup di dunia.

Prinsipnya dalam meraih kesuksesan, libatkan Dia Yang Maha Kaya!
Akan ada selalu jalan, bila mau berusaha, berikhtiar, dan sisanya, tawakal kepada Nya.
Ingat!  Role model kita adalah Nabi Muhammad, dan juga para sahabat nabi yang bisa kita jadikan panutan!

So, bermimpilah dengan gila.
Lebih baik berhadapan dengan kegagalan. Daripada hidup tanpa ada tujuan dan harapan. Itu lebih menyakitkan!

Selamat berkemas dan berproses!
Dan nikmati setiap ritmenya guys!

Rabu, 15 April 2020

Hidup Selalu Tentang Memilih

Apa yang kamu pilih di masa lalu, akan menentukan seperti apa kehidupanmu saat ini. Apa yang kamu pilih saat ini, akan menentukan seperti apa kehidupanmu nanti.

Secara garis besar, hidup hanya ada dua pilihan.

Suka atau tidak suka
Mau atau tidak mau
Bisa atau tidak bisa
Iya atau tidak

Intinya, hanya ada dua pilihan!

Pilihan pertama,
Kamu hanya mengikuti seperti arus sungai saja, mengalir lurus dan tak berliku. Bermuara pada tempat yang sudah bisa di tebak.
Sesederhana itu.
.
Kamu mampu, dan memilih untuk sekolah, kuliah, bekerja, hidup mapan, menikah, lalu kamu pun akan mati. Kamu percaya akan adanya Tuhan. Kamu beribadah, hanya menshalihkan dirimu. Kamu berbuat baik, tapi hanya untuk dirimu. Kamu tak peduli kebahagiaan orang lain, yang kamu fikirkan hanya kebahagiaan dirimu.
.
Atau kamu tak percaya Tuhan, dan kehidupanmu hanya tentang dunia saja. Tak ada ibadah, tak ada bayang-bayang memikirkan mati. Hanya terus mencapai kebahagian dunia yang fana.

Pilihan kedua,
Kamu memilih dan mampu untuk hidup seperti kebanyakan orang. Sekolah, kuliah, bekerja, hidup mapan, menikah, dan akan mati juga. Kamu percaya adanya Tuhan. Kamu beribadah, tak hanya menshalihkan dirimu, tapi juga orang lain. Mencari kebahagiaan bukan hanya untukmu, tapi juga orang lain. Hidupmu bukan tentang dirimu saja, tapi juga tentang orang lain. Kamu suka kejutan yang penuh tantangan yang berliku, mencari-cari masalah, yang pasti lelah, sibuk memikirkan orang lain.
Walau begitu, kamu bahagia dan mereka akan berkata, "kamu aneh". Kamu lelah, tapi bahagia.
.
Semua pilihan, tentunya akan berakhir. Tapi, hanya sementara saja bukan? Akan ada kehidupan abadi nanti.
.
Sekarang,
Kamu memilih hidup seperti apa?
Kamu memilih berlabuh di mana?
Ingat, semua pilihanmu dan kehidupanmu, kamu yang menentukan.
Akan ada hari, dimana nanti semua dimintai pertanggungjawabannya.
.
#nulis #dakwahcinta #pilihanhidup

Kamis, 09 April 2020

Islam Memuliakan Wanita

Dari aksi feminisme. Alih-alih memperjuangkan kehormatan wanita. Feminisme, dianggap sebagai solusi terbaik. Gerakan yang muncul bertujuan agar hak wanita bisa setara dengan pria. Gerakan pemberontak yang muncul karena dari zaman peradaban kuno, wanita seolah makhluk yang diciptakan sebagai pelayan bagi suaminya dan tak berhak berpendidikan sampai memiliki jenjang karir yang gemilang. Wanita hanya berkutat pada lingkungan ; kasur, dapur dan sumur. Nasib wanita yang sungguh malang.

Gerakan feminisme, didirikan oleh aktivis barat yang ingin memperjuangkan hak permpuan. Aksi mereka menjadi sorotan dunia.
Tuntutannya sederhana...
Kalau pria boleh, wanita juga boleh
Kalau pria bisa, wanita juga bisa
Sama rata. Tidak ingin dianggap makhluk yang lemah, rendah dan tak berharga.

Aksi feminisme menarik perhatian dunia. Disisi lain, tuduhan datang menghujam islam.  Islam dianggap sebagai ajaran yang "tak ramah wanita". Islam mendiskriminasi wanita dengan batasan berpakaian, istri harus patuh perintah suami, talaq, poligami, persaksian, pemimpin, sampai perihal warisan. Pria selalu mendapatkan hak yang lebih dibandingkan wanita.

Alih-alih memperjuangkan hak wanita. Feminisme malah membuat wanita semakin direndahkan derajatnya. Wanita akhirnya bebas tanpa batas. LGBT, transgender, eksploitasi wanita, seks bebas, sampai abosri adalah buah hasil dari aksi yang katanya memperjuangkan hak wanita. Feminisme, ternyata  telah gagal menyuarakan tujuannya.

Bagaimana dengan aturan islam?

Pria dan wanita dimata Allah sama sebagai makhluk ciptaannya. Pria dan wanita sama-sama diperintahkan untuk beribadah. Sesuai fitrah. Wanita bisa mulia, dengan fitrahnya. Dan pria pun, bisa mulia dengan fitrahnya. Sama-sama berlomba dalam mencapai ridho-Nya. Bukan mengejar kesuksesan duniawi yang dilihat hanya dari segi materi.

Batasan aurat pada wanita, bukanlah kekangan. Tapi penjagaan Allah untuk menjaga kehormatan wanita.
Hak wanita dalam islam, yang terlihat sedikit dibandingkan pria. Tak lain adalah kebijakan Tuhan. Ada alasannya, di mana kebijakan itu ada untuk kebaikan manusia. Baik sesuai fitrah yang ada pada wanita dan juga pria. Aturan islam, yang bila dipelajari secara kaffah (keseluruhan), tentunya sangat dapat diterima secara akal sehat.

Maka sepenuhnya, aturan yang paling benar ialah aturan Tuhan. Karena Tuhan adalah pencipta, maka pencipta mampu memberikan yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Apajadinya, bila keseluruhan kehidupan di dunia. Aturannya di serahkan kepada manusia? Dari pemikiran setiap manusia yang berbeda. Memiliki ide, akal dan logika yang berbeda. Yang ada, hanya kehancuranlah yang terjadi.

Feminisme merupakan salah satu bukti, bahwa aturan yang dibuat manusia tidaklah mencapai kesempurnaan. Alih-alih memperjuangkan hak wanita. Feminisme malah membuat wanita semakin rendah derajatnya dimata dunia.

Islam justru memuliakan wanita.

Penantian

_Detik boleh berlalu, dalam rasa yang mengatakan; tiada lagi yang bisa membuatku yakin selainnya_  Perjalanan yang mudah, walau tak semudah ...