Dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rahman, ayat 70. Allah subhanahu wa ta'ala bilang,
فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ
(Fīhinna khairātun ḥisānun)
Artinya: Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
Tafsir Quran Surat Ar-Rahman Ayat 70
Ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik budi pekertinya dan cantik rupanya.
Kata khairātun artinya (Inner beauty). Kata ḥisānun (Outer beauty).
Kalau kita perhatikan ayat ini. Sungguh luar biasanya, Allah Subhanahu Wa ta’ala dalam menyampaikan ayat-ayat Nya. Susunan ayat-ayat Nya selalu menyimpan makna dalam setiap kata. Allah mendahulukan kata “cantik akhlaknya” dibandingkan “cantik wajahnya”.
Kenapa ya?
Kok Allah tidak mendahulukan kata cantik dibandingkan baik?
Ah, bukankah sama saja?
Tentu beda guys. Pasti ada maksud dibalik susunan kata itu.
Tentu beda guys. Pasti ada maksud dibalik susunan kata itu.
Ayat ini ada kaitannya dengan perkataan Rasulullah shallahu alaihi wasallam,
“Sesungguhnya seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya; maka nikahilah wanita yang baik agamanya (akhlaknya) niscaya kamu akan beruntung.” (H.R Al-Bukhori)
Firman Allah Subhanahu Wa ta’ala dan perkataan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sama-sama memberitahukan kepada kita (perempuan). Bahwa yang baik agama dan akhlaknya itu adalah hal yang paling penting untuk didahulukan dibandingkan yang lain. Dan wanita yang memiliki akhlak yang baik, sama kedudukannya dengan bidadari surga, bahkan malah bisa lebih tinggi derajatnya dibandingkan bidadari surga. Ah masa? iya bener kok 😊
Coba kita simak, percakapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Ummu salamah.
Potongan hadistnya gini,
Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli? Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? Beliau menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. "Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.
(H.R. Ath Thabrani).
MasyaAllah… Sweet banget yaa😊
Kita (perempuan) bisa sama tinggi derajatnya bahkan lebih utama dibandingkan dengan bidadari surga, apabila kita (perempuan) memiliki akhlak yang baik.
Oiya guys… Tapi, bukan berarti kita sebagai perempuan mengabaikan kecantikan diri yang telah Allah titipkan. Apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita patut untuk disyukuri.
Bersyukur tidak sekedar “Berterimakasih”. Bersykur adalah dengan kita menjaga dan merawat apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. Keduanya juga harus sejalan. Karena apa?
“Allahul jamil, yuhibbul jamil”
Karena Allah itu indah, Suka keindahan 😊
Tetap sesuai syariat yaa, secukupnya, semampunya, dan tidak berlebihan. Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.
innahụ lā yuḥibbul-musrifīn
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
(Qs. Al-A'raf : 31)
.
Dari Shahababiyah nabi yaitu wanita-wanita hebat dan agung pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kita belajar. Bagaimana seharusnya perempuan berkata dan juga bersikap.
Dari malunya Fatimah binti Muhammad, dari lembutnya Zaenab binti Jahsy, dari sabarnya Asiyah binti Muzahim, dari cerianya Aisyah binti Abu Bakar, dari keibuannya Khadijah binti Khuwailid, dari tangguhnya Nusaibah binti Ka'ab, dari pemberaninya Ummu Hani binti Abu Thalib, dan masih banyak lagi. Mereka adalah panutan kita (perempuan). Mereka tidak hanya berakhlak dan beragama yang baik, tapi juga memiliki kecerdasan yang luar biasa.
.
Begitu indahnya Islam. Perempuan dijadikan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Allah mempercayakan pendidikan anak adalah dari perempuan. Maka kita sebagai (perempuan), bersyukur atas karunia Allah Subhanahu Wa ta’ala. Semoga Allah mudahkan langkah kita memperbaiki diri. Dan terus memperbaiki diri, walau kita tidak akan bisa mencapai sempurna. Tapi kita harus terus termotivasi untuk menuju sempurna. Agar kita tidak lengah dalam memperbaiki diri. Semoga kita sama-sama bisa mencapai surga firdaus Nya.
Aamiin Yaa Robbal Alamin.. :)
Doakan saya juga yaa, yang masih banyak kurangnya dan futurnya :'(