Dunia kini seolah sudah tak lagi mementingkan ego nya. Berapapun akan dikeluarkan, demi terhindarnya dari pandemi.
Dunia
mendadak hingar dan bingar, berebut kebutuhan. Takut dan khawatir,
makhluk tak kasat mata itu datang dengan cepat mengambil nikmat.
Saat-saat ketakutan melanda.
Al-quran
dan hadist justru menenangkan.
"Sungguh Kami akan menguji kalian dengan
sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan
buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(Al-baqoroh:155)
Beruntungnya muslim, beruntungnya mu'min. Di
tenangkan dengan ayat-Nya yang tak pernah ingkar, bahwa setiap ujian
datangnya dari Allah, dan hanya Allah yang dapat mengehentikannya. Tak
luput, Allah tetap mengingatkan agar tetap sabar dalam menghadapi ujian
dari-Nya.
Atas pandemi corona,
Rasulullah sudah mengingatkan
"Jika
kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian
memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan
tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)
Atas pandemi corona,
Berikhtiar menghindar adalah upaya mencapai puncak tawakal.
Tidak menyepelekan namun juga tidak panik berlebihan.
Atas pandemi corona,
Apa yang saat-saat ini harus dilakukan?
Perbanyak mengingat-Nya, dengarkan pemerintah dan arahan para ulama. Bantu para petugas kesehatan kita dengan #tetapdirumah. Semoga dunia lekas pulih.
Janji Allah, bagi muslim yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.
. الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)." (HR Bukhari)
MasyaAllah, Laa hawla wa laa quwwata illa billah.
#celoteh #cerita #dakwah #pandemicorona #tawakal #ikhtiar #tetapdirumah #dirumahaja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penantian
_Detik boleh berlalu, dalam rasa yang mengatakan; tiada lagi yang bisa membuatku yakin selainnya_ Perjalanan yang mudah, walau tak semudah ...
-
Mungkin kita sering menemukan orang-orang yang kelihatannya biasa saja. Mulai dari segi penampilan ataupun ilmu. Kemudian tanpa disadari, ak...
-
Skripsi. Oh skripsi. Haha... Ingin ku tertawa rasanya ketika melihat catatan perjuangan dari mulai ku mengajukan judul sampai sekarang. Agus...
-
Dalam batas pagar besi hitam berkelok pemisah, di antara dua sisi kanan dan kiri. Di saat lelap menyergap mata, terpagar lelap kesunyi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar