Dari aksi feminisme. Alih-alih memperjuangkan kehormatan wanita. Feminisme, dianggap sebagai solusi terbaik. Gerakan yang muncul bertujuan agar hak wanita bisa setara dengan pria. Gerakan pemberontak yang muncul karena dari zaman peradaban kuno, wanita seolah makhluk yang diciptakan sebagai pelayan bagi suaminya dan tak berhak berpendidikan sampai memiliki jenjang karir yang gemilang. Wanita hanya berkutat pada lingkungan ; kasur, dapur dan sumur. Nasib wanita yang sungguh malang.
Gerakan feminisme, didirikan oleh aktivis barat yang ingin memperjuangkan hak permpuan. Aksi mereka menjadi sorotan dunia.
Tuntutannya sederhana...
Kalau pria boleh, wanita juga boleh
Kalau pria bisa, wanita juga bisa
Sama rata. Tidak ingin dianggap makhluk yang lemah, rendah dan tak berharga.
Aksi feminisme menarik perhatian dunia. Disisi lain, tuduhan datang menghujam islam. Islam dianggap sebagai ajaran yang "tak ramah wanita". Islam mendiskriminasi wanita dengan batasan berpakaian, istri harus patuh perintah suami, talaq, poligami, persaksian, pemimpin, sampai perihal warisan. Pria selalu mendapatkan hak yang lebih dibandingkan wanita.
Alih-alih memperjuangkan hak wanita. Feminisme malah membuat wanita semakin direndahkan derajatnya. Wanita akhirnya bebas tanpa batas. LGBT, transgender, eksploitasi wanita, seks bebas, sampai abosri adalah buah hasil dari aksi yang katanya memperjuangkan hak wanita. Feminisme, ternyata telah gagal menyuarakan tujuannya.
Bagaimana dengan aturan islam?
Pria dan wanita dimata Allah sama sebagai makhluk ciptaannya. Pria dan wanita sama-sama diperintahkan untuk beribadah. Sesuai fitrah. Wanita bisa mulia, dengan fitrahnya. Dan pria pun, bisa mulia dengan fitrahnya. Sama-sama berlomba dalam mencapai ridho-Nya. Bukan mengejar kesuksesan duniawi yang dilihat hanya dari segi materi.
Batasan aurat pada wanita, bukanlah kekangan. Tapi penjagaan Allah untuk menjaga kehormatan wanita.
Hak wanita dalam islam, yang terlihat sedikit dibandingkan pria. Tak lain adalah kebijakan Tuhan. Ada alasannya, di mana kebijakan itu ada untuk kebaikan manusia. Baik sesuai fitrah yang ada pada wanita dan juga pria. Aturan islam, yang bila dipelajari secara kaffah (keseluruhan), tentunya sangat dapat diterima secara akal sehat.
Maka sepenuhnya, aturan yang paling benar ialah aturan Tuhan. Karena Tuhan adalah pencipta, maka pencipta mampu memberikan yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Apajadinya, bila keseluruhan kehidupan di dunia. Aturannya di serahkan kepada manusia? Dari pemikiran setiap manusia yang berbeda. Memiliki ide, akal dan logika yang berbeda. Yang ada, hanya kehancuranlah yang terjadi.
Feminisme merupakan salah satu bukti, bahwa aturan yang dibuat manusia tidaklah mencapai kesempurnaan. Alih-alih memperjuangkan hak wanita. Feminisme malah membuat wanita semakin rendah derajatnya dimata dunia.
Islam justru memuliakan wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar