Quarter Life Crisis atau krisis identitas.
Di mana pada usia dewasa, seseorang mempertanyakan tentang dirinya sendiri. Masih bertanya-tanya tentang kemampuan dirinya, dan hal apa yang sudah dilakukan dan didapatkan selama perjalanan hidupnya.
Kalau diulik secara pandangan islam. Masa ini bertentangan dengan konsep islam. Di mana seharusnya QLC sudah selesai pada masa akhil baligh yang berarti sudah dewasa. Islam tak pernah mengenal yang namanya masa remaja. Hanya ada masa anak-anak dan dewasa.
Nah berbahaya sekali bukan, bila masa dewasa kita masih belum memiliki tujuan hidup. Karena, 'Role Model' kita itu adalah Nabi Muhammad Saw. Yang sejak kecil, sudah memiliki tujuan hidup. Beliau sudah belajar tentang tanggung jawab dan cara bagaimana menjaga amanah. Di usianya 7th, beliau sudah selesai dengan dirinya. Beliau sangat dipercaya oleh banyak penduduk Mekkah dan dikenal dengan akhlak terpujinya. Walau begitu pada akhirnya, beliau dibenci karena kenabiannya dan atas kesombongan mereka, yang mengingakari ajaran islam.
Survey mengatakan, 6 dari 10 milenials. Mengalami masa QLC.
Ternyata, kita tidak tidak sendiri yaa.
Tapi bukan berarti merasa banyak temannya, kita malah menikmati dan pasrah begitu saja akan nasib. Kita harus berjuang! Masih ada kesempatan, selama nafas belum berhenti.
Kalau ditanya tentang standar kesuksesan. Para nabi dan sahabat nabi, standar kesuksesannya bukan seperti pemikiran kebanyakan orang saat ini. Sukses punya rumah mewah, mobil mewah dan harta yang berlimpah, bukan itu!
Dari sejak kecil, mimpi mereka sudah gila.
Memang begitu seharusnya. Karena tidak ada suatu kesuksesan yang gemilang, tanpa diawali dengan mimpi. Mereka sibuk menempa diri. Meningkatkan takwa mereka, dengan berilmu dibarengi dengan akhlak yang mulia. Rujukannya sama seperti kita, yaitu Al-qur'an dan Sunnah. Poin pentingnya, mereka punya tujuan hidup! Mereka sukses dengan cara mereka.
Masa kecil masa penempaan.
Masa di mana kita mengukir mimpi di atas batu. Mudah bukan?
Sulit, bila dewasa baru mengukir mimpi, bagaikan mengukir di atas air.
Begitu kata pepatah.
Mayoritas kita, banyak yang tidak seberuntung teman-teman di luar sana. Yang mungkin sejak kecil hidup dalam lingkungan agama yang mumpuni. Banyak di antara kita yang hijrah sudah dewasa, dan baru mengenal seberapa besar kewajiban memakai jilbab, sholat, dan juga kewajiban-kewajiban lainnya. Tentu ga mudah bagi kita yang hijrah, untuk melewati setiap fasenya. Dan merasa sudah terlambat.
"Coba aja, dari kecil udah belajar ini. Pasti nanti kalau udah besar mudah! "
kira-kira banyak yaa, yang punya pemikiran seperti ini.
Tapi...
Saat ini bukan lagi kita menyalahkan diri, nasib, apalagi orangtua. Tetap bersyukurlah, bagaimanapun juga keadaanya. Walau masa kecil kita, tak seperti yang kita harapkan.
Lalu, apa yang harus kita lakukan pertama kali, untuk keluar dari masa-masa QLC?
Back to Qur'an...
Iya, karena Al-Qur'an, cahaya di atas cahaya (Qs. Nur:35)
Banyak petunjuk di sana. Dan kesuksesan para sahabat nabi pun, tak pernah terlepas dari rujukan Al-qur'an dan Sunnah.
Kemudian selalu yakinlah. Bahwa setiap jiwa selalu memiliki keunikan masing-masing. Allah titipkan potensi kepada setiap manusia. Dan potensi itu bisa kita cari dan kita kembangkan. Berproses tanpa jemu, mulailah untuk membuat tujuan hidup.
Tak lain, tujuan hidup kita, sebagai muslim tentu ialah meraih surga Nya. Tapi untuk menuju kesana, kita akan ditanya, untuk apakah waktu, potensi, dan harta yang Allah berikan kepada kita selama kita hidup di dunia.
Prinsipnya dalam meraih kesuksesan, libatkan Dia Yang Maha Kaya!
Akan ada selalu jalan, bila mau berusaha, berikhtiar, dan sisanya, tawakal kepada Nya.
Ingat! Role model kita adalah Nabi Muhammad, dan juga para sahabat nabi yang bisa kita jadikan panutan!
So, bermimpilah dengan gila.
Lebih baik berhadapan dengan kegagalan. Daripada hidup tanpa ada tujuan dan harapan. Itu lebih menyakitkan!
Selamat berkemas dan berproses!
Dan nikmati setiap ritmenya guys!
Senin, 20 April 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penantian
_Detik boleh berlalu, dalam rasa yang mengatakan; tiada lagi yang bisa membuatku yakin selainnya_ Perjalanan yang mudah, walau tak semudah ...
-
Mungkin kita sering menemukan orang-orang yang kelihatannya biasa saja. Mulai dari segi penampilan ataupun ilmu. Kemudian tanpa disadari, ak...
-
Skripsi. Oh skripsi. Haha... Ingin ku tertawa rasanya ketika melihat catatan perjuangan dari mulai ku mengajukan judul sampai sekarang. Agus...
-
Dalam batas pagar besi hitam berkelok pemisah, di antara dua sisi kanan dan kiri. Di saat lelap menyergap mata, terpagar lelap kesunyi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar