Kain panjang menguntai sebagai bentuk ketaatan. Berhias secukupnya tanpa perlu berlebihan. Parasnya biasa, namun bisa meneduhkan. Mempercantik hati selalu sebagai pilihan. Begitu tegar setiap menghadapi ujian. Sabarnya dijadikan kunci menuju kemuliaan.
Ia tak perlu memakai pakaian berbalut sutera, agar terlihat anggun. Anggunnya sudah terpancar lewat ketakwaan. Lisannya selalu basah dengan setiap lantunan ayat suci. Matanya yang indah, hanya untuk melihat yang haqiqi. Pesonanya bagai bunga mawar berduri di tepi jurang. Yang memetiknya, tidaklah sembarang orang. Ia tak pernah lelah dalam belajar ilmu agama. Mempersiapkan diri menjadi madrasah pertama.
Nalurinya begitu lembut,
halus tutur katanya,
indah akhlaknya,
sopan perangainya.
Dunia bukanlah menjadi tujuannya.
Melainkan hanya syurga firdaus yang didambakannya.
Duhai muslimah,
Mulianya dirimu.
Buat bidadari surga cemburu padamu.
Kamis, 23 April 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penantian
_Detik boleh berlalu, dalam rasa yang mengatakan; tiada lagi yang bisa membuatku yakin selainnya_ Perjalanan yang mudah, walau tak semudah ...
-
Mungkin kita sering menemukan orang-orang yang kelihatannya biasa saja. Mulai dari segi penampilan ataupun ilmu. Kemudian tanpa disadari, ak...
-
Skripsi. Oh skripsi. Haha... Ingin ku tertawa rasanya ketika melihat catatan perjuangan dari mulai ku mengajukan judul sampai sekarang. Agus...
-
Dalam batas pagar besi hitam berkelok pemisah, di antara dua sisi kanan dan kiri. Di saat lelap menyergap mata, terpagar lelap kesunyi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar