Apa yang kamu pilih di masa lalu, akan menentukan seperti apa kehidupanmu saat ini. Apa yang kamu pilih saat ini, akan menentukan seperti apa kehidupanmu nanti.
Secara garis besar, hidup hanya ada dua pilihan.
Suka atau tidak suka
Mau atau tidak mau
Bisa atau tidak bisa
Iya atau tidak
Intinya, hanya ada dua pilihan!
▪
Pilihan pertama,
Kamu hanya mengikuti seperti arus sungai saja, mengalir lurus dan tak berliku. Bermuara pada tempat yang sudah bisa di tebak.
Sesederhana itu.
.
Kamu mampu, dan memilih untuk sekolah, kuliah, bekerja, hidup mapan, menikah, lalu kamu pun akan mati. Kamu percaya akan adanya Tuhan. Kamu beribadah, hanya menshalihkan dirimu. Kamu berbuat baik, tapi hanya untuk dirimu. Kamu tak peduli kebahagiaan orang lain, yang kamu fikirkan hanya kebahagiaan dirimu.
.
Atau kamu tak percaya Tuhan, dan kehidupanmu hanya tentang dunia saja. Tak ada ibadah, tak ada bayang-bayang memikirkan mati. Hanya terus mencapai kebahagian dunia yang fana.
▪
Pilihan kedua,
Kamu memilih dan mampu untuk hidup seperti kebanyakan orang. Sekolah, kuliah, bekerja, hidup mapan, menikah, dan akan mati juga. Kamu percaya adanya Tuhan. Kamu beribadah, tak hanya menshalihkan dirimu, tapi juga orang lain. Mencari kebahagiaan bukan hanya untukmu, tapi juga orang lain. Hidupmu bukan tentang dirimu saja, tapi juga tentang orang lain. Kamu suka kejutan yang penuh tantangan yang berliku, mencari-cari masalah, yang pasti lelah, sibuk memikirkan orang lain.
Walau begitu, kamu bahagia dan mereka akan berkata, "kamu aneh". Kamu lelah, tapi bahagia.
.
Semua pilihan, tentunya akan berakhir. Tapi, hanya sementara saja bukan? Akan ada kehidupan abadi nanti.
.
Sekarang,
Kamu memilih hidup seperti apa?
Kamu memilih berlabuh di mana?
Ingat, semua pilihanmu dan kehidupanmu, kamu yang menentukan.
Akan ada hari, dimana nanti semua dimintai pertanggungjawabannya.
.
#nulis #dakwahcinta #pilihanhidup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penantian
_Detik boleh berlalu, dalam rasa yang mengatakan; tiada lagi yang bisa membuatku yakin selainnya_ Perjalanan yang mudah, walau tak semudah ...
-
Mungkin kita sering menemukan orang-orang yang kelihatannya biasa saja. Mulai dari segi penampilan ataupun ilmu. Kemudian tanpa disadari, ak...
-
Skripsi. Oh skripsi. Haha... Ingin ku tertawa rasanya ketika melihat catatan perjuangan dari mulai ku mengajukan judul sampai sekarang. Agus...
-
Dalam batas pagar besi hitam berkelok pemisah, di antara dua sisi kanan dan kiri. Di saat lelap menyergap mata, terpagar lelap kesunyi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar